Mungkin tak banyak orang yang tau perasaan ku ini, saat aku benar-benar merasa bersalah pada sosok seseorang yang telah melahirkan ku. Ya, dialah Ibuku. Wanita yang tak pernah lelah mencintai ku, meski banyak kesalahan yang kubuat padanya. Masih teringat jelas saat aku membentaknya tanpa alasan yang jelas.
"Assalamu'alaikum" Ucapku sembari membuka pintu dan masuk ke dalam rumah
"wa'alaikumsalam" Terdengar suara Ibu menjawab salamku
"Yan, kamu kok pulangnya telat sih, lihat tuh kak nendah jam 1 siang udah pulang, tapi kamu baru pulang jam setengah 3" Ucap Ibu padaku dengan nada menyalahkan.
"Ibu tuh gimana sih? Kak Nendah kan kelas 12, bukan kelas 11, jadi Dia gak perlu kumpulan eskul, beda sama aku yang harus kumpulan eskul dulu. Lagian aku pulang telat kayak gini kan cuma satu minggu sekali. gak papa kan? Toh Ayah juga gak marah." Ucapku dengan nada tinggi
Ibu hanya diam.
"Ibu ini gimana sih, harusnya kalau anak pulang disambut kek, bukannya dimarahin gini" Omel ku dalam hati, seraya masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Ibu yang tengah diam menatapku.
Setelah masuk ke dalam kamar, akhirnya aku sadar bahwa aku terlalu kasar pada Ibu, aku menyesal telah membentak Ibu tadi. Aku pun menangis tak henti, sambil terus berkata "maafkan aku Ibu, maafkan Aku Ya Allah,,maafkan aku.. Aku bingung, kenapa aku bisa sekasar itu pada Ibu. Apa bisa Allah maafin aku yang udah nyakitin Ibu?? Mungkin Ibu sedih, mungkin Ibu sakit hati, apa yang harus aku lakukan? Tak henti-henti aku menangis. Aku mengutuk diriku sendiri, aku bodoh, aku gak tau diri, aku kurang ajar, aku benar-benar kejam.
Aku terus dan terus menangis, sampai mataku bengkak.
Ibu menyuruhku makan, aku pun keluar kamar. Ibu menatapku dan berkata "Kamu kenapa Yan? Habis nangis ya? Cerita sama Ibu, mungkin Ibu bisa bantu."
mendengar apa yang dikatakan Ibu barusan, air mata ku kembali mengalir. Ibu terlihat sangat heran, Ibu memelukku dan berkata "Cerita ya sama Ibu, jangan nangis terus kayak gini, Ibu kan jadi khawatir."
Ketika Ibu berkata seperti itu, tangisan ku malah makin menjadi. Dan akhirnya suara ku pun keluar.
"Ibu, maafin aku. Aku udah nyakitin Ibu. Aku bener-bener nyesel, harusnya aku bicara baik-baik sama Ibu, maafin aku Bu, aku udah gak sopan sama Ibu. Apa bisa Ibu maafin aku?"
Ibu semakin erat memelukku. "Sudah, jangan menangis lagi. Ibu udah maafin kamu kok. Ibu ngerti kamu pasti capek. Ya udah sekarang mending kamu makan, jangan nangis lagi ya."
Aku tetap menangis, mungkin aku menangis karena merasa lega sebab Ibu telah memaafkan aku.
"Iya Bu, makasih ya, Ibu bener-bener baik. Aku sayang Ibu." Aku pun memeluk Ibu dengan erat.
Usai makan, aku kembali masuk kamar dan menangis, untuk kali ini aku menangis karena terharu dan juga kagum pada Ibu. Ibu gak marah sama aku, dia bahkan memelukku sebagai tanda kasih sayangnya.
Alhamdulillah.. Ibu memaafkan aku, dengan begitu Allah pun pasti akan memaafkan aku.
Ya Allah, terima kasih banyak Engkau memberiku Ibu yang begitu pengertian, makasih banyak karena Engkau telah menitipkan ku pada Ibuku. Aku berjanji, takkan pernah ku sia-siakan Ibuku. Tak ingin lagi ku sakiti Ibuku, ku mohon bantu aku untuk membahagiakan Ibuku. Karena yang dapat membantuku hanyalah Engkau Ya Allah..
Aku sayang Ibu, tak dapat ku katakan seberapa besar ku menyayanginya. Yang jelas, ku sangat sangat sangat menyayangi Ibu. Ibu, untuk kali ini aku belum bisa memberi apa-apa untuk Ibu, aku hanya bisa berdo'a untuk Ibu, semoga Allah memberikan kebahagiaan untuk Ibu di dunia dan akhirat.. Amin
dan aku juga bisa bernyanyi untuk Ibu.. Dengarkan aku ya Bu..
"Oh Ibu,, terimakasih, untuk kasih sayang yang tak pernah usai,, tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan.. ooohhhh,,, Ibu.. semoga Tuhan, memberikan kedamaian dalam hidupmu,, putih kasihmu kan abadi dalam hidupku.."
I love you mom.. ^_^

*bkin kue with mama*
"Assalamu'alaikum" Ucapku sembari membuka pintu dan masuk ke dalam rumah
"wa'alaikumsalam" Terdengar suara Ibu menjawab salamku
"Yan, kamu kok pulangnya telat sih, lihat tuh kak nendah jam 1 siang udah pulang, tapi kamu baru pulang jam setengah 3" Ucap Ibu padaku dengan nada menyalahkan.
"Ibu tuh gimana sih? Kak Nendah kan kelas 12, bukan kelas 11, jadi Dia gak perlu kumpulan eskul, beda sama aku yang harus kumpulan eskul dulu. Lagian aku pulang telat kayak gini kan cuma satu minggu sekali. gak papa kan? Toh Ayah juga gak marah." Ucapku dengan nada tinggi
Ibu hanya diam.
"Ibu ini gimana sih, harusnya kalau anak pulang disambut kek, bukannya dimarahin gini" Omel ku dalam hati, seraya masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Ibu yang tengah diam menatapku.
Setelah masuk ke dalam kamar, akhirnya aku sadar bahwa aku terlalu kasar pada Ibu, aku menyesal telah membentak Ibu tadi. Aku pun menangis tak henti, sambil terus berkata "maafkan aku Ibu, maafkan Aku Ya Allah,,maafkan aku.. Aku bingung, kenapa aku bisa sekasar itu pada Ibu. Apa bisa Allah maafin aku yang udah nyakitin Ibu?? Mungkin Ibu sedih, mungkin Ibu sakit hati, apa yang harus aku lakukan? Tak henti-henti aku menangis. Aku mengutuk diriku sendiri, aku bodoh, aku gak tau diri, aku kurang ajar, aku benar-benar kejam.
Aku terus dan terus menangis, sampai mataku bengkak.
Ibu menyuruhku makan, aku pun keluar kamar. Ibu menatapku dan berkata "Kamu kenapa Yan? Habis nangis ya? Cerita sama Ibu, mungkin Ibu bisa bantu."
mendengar apa yang dikatakan Ibu barusan, air mata ku kembali mengalir. Ibu terlihat sangat heran, Ibu memelukku dan berkata "Cerita ya sama Ibu, jangan nangis terus kayak gini, Ibu kan jadi khawatir."
Ketika Ibu berkata seperti itu, tangisan ku malah makin menjadi. Dan akhirnya suara ku pun keluar.
"Ibu, maafin aku. Aku udah nyakitin Ibu. Aku bener-bener nyesel, harusnya aku bicara baik-baik sama Ibu, maafin aku Bu, aku udah gak sopan sama Ibu. Apa bisa Ibu maafin aku?"
Ibu semakin erat memelukku. "Sudah, jangan menangis lagi. Ibu udah maafin kamu kok. Ibu ngerti kamu pasti capek. Ya udah sekarang mending kamu makan, jangan nangis lagi ya."
Aku tetap menangis, mungkin aku menangis karena merasa lega sebab Ibu telah memaafkan aku.
"Iya Bu, makasih ya, Ibu bener-bener baik. Aku sayang Ibu." Aku pun memeluk Ibu dengan erat.
Usai makan, aku kembali masuk kamar dan menangis, untuk kali ini aku menangis karena terharu dan juga kagum pada Ibu. Ibu gak marah sama aku, dia bahkan memelukku sebagai tanda kasih sayangnya.
Alhamdulillah.. Ibu memaafkan aku, dengan begitu Allah pun pasti akan memaafkan aku.
Ya Allah, terima kasih banyak Engkau memberiku Ibu yang begitu pengertian, makasih banyak karena Engkau telah menitipkan ku pada Ibuku. Aku berjanji, takkan pernah ku sia-siakan Ibuku. Tak ingin lagi ku sakiti Ibuku, ku mohon bantu aku untuk membahagiakan Ibuku. Karena yang dapat membantuku hanyalah Engkau Ya Allah..
Aku sayang Ibu, tak dapat ku katakan seberapa besar ku menyayanginya. Yang jelas, ku sangat sangat sangat menyayangi Ibu. Ibu, untuk kali ini aku belum bisa memberi apa-apa untuk Ibu, aku hanya bisa berdo'a untuk Ibu, semoga Allah memberikan kebahagiaan untuk Ibu di dunia dan akhirat.. Amin
dan aku juga bisa bernyanyi untuk Ibu.. Dengarkan aku ya Bu..
"Oh Ibu,, terimakasih, untuk kasih sayang yang tak pernah usai,, tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan.. ooohhhh,,, Ibu.. semoga Tuhan, memberikan kedamaian dalam hidupmu,, putih kasihmu kan abadi dalam hidupku.."
I love you mom.. ^_^

*bkin kue with mama*