Pages


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Selasa, 24 Agustus 2010

1000 Kisah Tentang Ibu


Mungkin tak banyak orang yang tau perasaan ku ini, saat aku benar-benar merasa bersalah pada sosok seseorang yang telah melahirkan ku. Ya, dialah Ibuku. Wanita yang tak pernah lelah mencintai ku, meski banyak kesalahan yang kubuat padanya. Masih teringat jelas saat aku membentaknya tanpa alasan yang jelas.
"Assalamu'alaikum" Ucapku sembari membuka pintu dan masuk ke dalam rumah
"wa'alaikumsalam" Terdengar suara Ibu menjawab salamku
"Yan, kamu kok pulangnya telat sih, lihat tuh kak nendah jam 1 siang udah pulang, tapi kamu baru pulang jam setengah 3" Ucap Ibu padaku dengan nada menyalahkan.
"Ibu tuh gimana sih? Kak Nendah kan kelas 12, bukan kelas 11, jadi Dia gak perlu kumpulan eskul, beda sama aku yang harus kumpulan eskul dulu. Lagian aku pulang telat kayak gini kan cuma satu minggu sekali. gak papa kan? Toh Ayah juga gak marah." Ucapku dengan nada tinggi
Ibu hanya diam.
"Ibu ini gimana sih, harusnya kalau anak pulang disambut kek, bukannya dimarahin gini" Omel ku dalam hati, seraya masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Ibu yang tengah diam menatapku.
Setelah masuk ke dalam kamar, akhirnya aku sadar bahwa aku terlalu kasar pada Ibu, aku menyesal telah membentak Ibu tadi. Aku pun menangis tak henti, sambil terus berkata "maafkan aku Ibu, maafkan Aku Ya Allah,,maafkan aku.. Aku bingung, kenapa aku bisa sekasar itu pada Ibu. Apa bisa Allah maafin aku yang udah nyakitin Ibu?? Mungkin Ibu sedih, mungkin Ibu sakit hati, apa yang harus aku lakukan? Tak henti-henti aku menangis. Aku mengutuk diriku sendiri, aku bodoh, aku gak tau diri, aku kurang ajar, aku benar-benar kejam.
Aku terus dan terus menangis, sampai mataku bengkak.
Ibu menyuruhku makan, aku pun keluar kamar. Ibu menatapku dan berkata "Kamu kenapa Yan? Habis nangis ya? Cerita sama Ibu, mungkin Ibu bisa bantu."
mendengar apa yang dikatakan Ibu barusan, air mata ku kembali mengalir. Ibu terlihat sangat heran, Ibu memelukku dan berkata "Cerita ya sama Ibu, jangan nangis terus kayak gini, Ibu kan jadi khawatir."
Ketika Ibu berkata seperti itu, tangisan ku malah makin menjadi. Dan akhirnya suara ku pun keluar.
"Ibu, maafin aku. Aku udah nyakitin Ibu. Aku bener-bener nyesel, harusnya aku bicara baik-baik sama Ibu, maafin aku Bu, aku udah gak sopan sama Ibu. Apa bisa Ibu maafin aku?"
Ibu semakin erat memelukku. "Sudah, jangan menangis lagi. Ibu udah maafin kamu kok. Ibu ngerti kamu pasti capek. Ya udah sekarang mending kamu makan, jangan nangis lagi ya."
Aku tetap menangis, mungkin aku menangis karena merasa lega sebab Ibu telah memaafkan aku.
"Iya Bu, makasih ya, Ibu bener-bener baik. Aku sayang Ibu." Aku pun memeluk Ibu dengan erat.
Usai makan, aku kembali masuk kamar dan menangis, untuk kali ini aku menangis karena terharu dan juga kagum pada Ibu. Ibu gak marah sama aku, dia bahkan memelukku sebagai tanda kasih sayangnya.
Alhamdulillah.. Ibu memaafkan aku, dengan begitu Allah pun pasti akan memaafkan aku.

Ya Allah, terima kasih banyak Engkau memberiku Ibu yang begitu pengertian, makasih banyak karena Engkau telah menitipkan ku pada Ibuku. Aku berjanji, takkan pernah ku sia-siakan Ibuku. Tak ingin lagi ku sakiti Ibuku, ku mohon bantu aku untuk membahagiakan Ibuku. Karena yang dapat membantuku hanyalah Engkau Ya Allah..
Aku sayang Ibu, tak dapat ku katakan seberapa besar ku menyayanginya. Yang jelas, ku sangat sangat sangat menyayangi Ibu. Ibu, untuk kali ini aku belum bisa memberi apa-apa untuk Ibu, aku hanya bisa berdo'a untuk Ibu, semoga Allah memberikan kebahagiaan untuk Ibu di dunia dan akhirat.. Amin
dan aku juga bisa bernyanyi untuk Ibu.. Dengarkan ak
u ya Bu..
"Oh Ibu,, terimakasih, untuk kasih sayang yang tak pernah usai,, tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan.. ooohhhh,,, Ibu.. semoga Tuhan, memberikan kedamaian d
alam hidupmu,, putih kasihmu kan abadi dalam hidupku.."
I love you mom.. ^_^

*bkin kue with mama*
Baca Selengkapnya...

Minggu, 22 Agustus 2010

1000 Kisah Tentang Ibu

Mungkin tak banyak orang yang tau perasaan ku ini, saat aku benar-benar merasa bersalah pada sosok seseorang yang telah melahirkan ku. Ya, dialah Ibuku. Wanita yang tak pernah lelah mencintai ku, meski banyak kesalahan yang kubuat padanya. Masih teringat jelas saat aku membentaknya tanpa alasan yang jelas, mungkin saat itu Ibu merasa sedih dan sakit hati padaku, tapi Beliau sama sekali tak memperlihatkan rasa sedih dan sakitnya, Ibu malah diam dan mungkin menyadari bahwa aku sedang dirundung masalah hingga tanpa alasan yang jelas aku membentaknya. Saat itu penyesalan pun datang di hatiku, aku benar-benar merasa bersalah padanya. Aku ingin waktu berputar kembali hingga tak pernah satu kali pun aku membentaknya. Ingin rasanya aku mencium kaki Ibuku sebagai permintaan maaf ku padanya, tapi ternyata Ibu tak pernah marah padaku. Beliau berkata: "Sebelum kamu minta maaf pada Ibu, Ibu sudah memaafkan kamu lebih dulu, karena kasih sayang Ibu padamu sangat besar. Ibu hanya berharap kamu bisa lebih sabar lagi menghadapi segala masalah kamu."
oh Tuhan,, rasanya aku ingin teriak sekencang-kencangnya, memaki diriku sendiri yang telah menyakiti Ibu yang begitu baik. Mungkin takkan bisa ku balas semua jasa-jasa Ibu, karena aku hanyalah seorang anak yang tak berdaya. Tapi dalam hati, ku selalu berjanji akan selalu membahagiakan Ibu dan tetap membuat Ibu tersenyum. Dan tak ingin lagi ku ulangi kesalahan yang sama terhadap Ibuku, karena aku sangat menyayanginya. Aku berharap aku bisa menjadi yang terbaik untuk Ibuku. Ibu,, ingin ku katakan padamu bahwa aku sangat menyayangimu. Maafkan aku yang pernah menyakitimu. Ku berjanji takkan pernah kuulangi kesalahan ku itu. Dan aku ingin bernyanyi untukmu. Dengarkan aku ya.. "Oh.. Ibu.. terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai,, tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan.. ooohhh.. Ibu.. semoga Tuhan,, memberikan kedamaian dalam hidupmu putih kasihmu.. kan abadi.... dalam hidupku.."
I love you mom.. ^_^
Baca Selengkapnya...

Minggu, 08 Agustus 2010

"love or thanks"

"ta,, handphone kamu bunyi nih.. ada sms kali.." teriak mama pada Sitta (kebetulan mamanya lagi ada di depan kamar Sitta, dan denger unyi hp nay Sitta)"iya ma, aku kesana sekarang.." sahut Sitta yang ada di ruang keluarga seraya berlari ke kamarnyaSitta membuka pesan yang masuk ke handphone nya..
hai,,sorry gnggu.. aq mw nnya nih,,km tw no hp ny Abi gk?? aq kk kls yg sbngku sm dia wktu uts kmrn.. klw km tw,,cpt bls y.. cz pntng bgt nih..
Sitta heran banget liat pesan itu,, dia gak tau darimana kakak kelas yang barusan sms itu siapa, dan dia juga gak tau darimana kakak itu dapet nomor hp nya Sitta.dan kebetulan, Sitta tuh gak tau nomor hp nya Abi,, lagian Sitta kan baru 3 bulan sekelas sama Abi, maklum aja dia baru lulus SMP dan dia masuk SMK yang sama kayak Abi, tapi karna Sitta itu pendiam, jadi dia belum tau nomor hp temen-temen barunya.. yang cewek aja baru beberapa dia dapetnya, apalagi yang cowok, kayaknya belum satu pun yang Sitta tau."duuh, gimana nih?? kalau gak aku kasih tau, kasian kakak ini, dia kan bilangnya penting banget.. tapi,,kalau aku kasih tau,, mana bisa, nomornya Abi aja aku gak punya, mana bisa ngasih tau orang lain. Tapi, yang sms ke aku itu cewek apa cowok ya? kok nanyain nomornya Abi sih? wah, jangan-jangan dia ini salah satu fans nya Abi lagi, denger-denger si Abi itu kan fans nya lumayan buanyak. Wah, hebat banget tuh si Abi, gak adik kelas, kakak kelas, seumuran, di semua tingkatan dia punya fans. kalau aku sih, gak tau punya fans, gak tau nggak, tapi kayaknya aku gak pernah deh jadi idola, ada juga aku tuh jadi penggemar mulu.." lamun Sittaddrrt ddrrt.. sms kembali masuk ke hp nya Sitta,, dan membuyarkan lamunan Sittasms pun kembali masuk ke hp Sitta..
???: gmna?? tw no'a Abi gk.. aq bner" ad prlu sm dia nih..
Sitta: m'f kak,, aq gk pny no hp ny Abi.. ntar dh aq tnyain dlu sm tmen" aq,, mngkn mreka tw..
???: y udh,, sbelumny, thx y.. m'f gnggu..
Sitta: iia msma,, gk gnggu koq..
Baca Selengkapnya...